Makanan Khas Semarang adalah Lumpia, Ketahui Sejarah dan Fakta Menarik Dibalik Kelezatannya

Makanan Khas Semarang adalah Lumpia, Ketahui Sejarah dan Fakta Menarik Dibalik Kelezatannya

Semarang memiliki pesona yang menarik untuk Anda kunjungi. Selain destinasi wisata yang beragam, menjelajahi kuliner di Semarang juga jangan sampai terlewatkan. Makanan khas Semarang adalah Lumpia yang termasuk salah satu jajanan tradisional yang populer. Ini menjadikan lumpia sebagai oleh-oleh wajib ketika berkunjung ke Semarang. Anda juga bisa memberikannya sebagai hadiah untuk perayaan-perayaan penting. Menikmati lumpia bersama orang lain akan menambah suasana kehangatan dan keakraban. Anda dapat memadukan lumpia dengan minuman teh atau kopi untuk menambah kenikmatannya. Di Ramadhan ini, lumpia menjadi deretan takjil yang habis dalam sekejap. Pada momen hari raya, Anda juga dapat mengirimkan lumpia sebagai hampers penyambung silaturahmi. Namun, ternyata makanan khas Semarang adalah lumpia memiliki sejarah yang panjang. Lalu, bagaimana lumpia Semarang menjadi populer dan fakta-fakta menarik apa saja yang ada di baliknya? Simak informasi lengkapnya berikut ini. 

Makanan Khas Semarang adalah Lumpia

Makanan khas Semarang adalah lumpia dengan cita rasa manis dan gurih yang biasa tersaji pada perayaan imlek. Anda dapat dengan mudah menemukan makanan ini pada penjual kaki lima hingga restoran ternama di Semarang. Jangan sampai Anda melewatkan momen untuk memberikan lumpia Semarang sebagai oleh-oleh. Memiliki banyak penggemar menjadikan lumpia Semarang terus mempertahankan keotentikannya. Kelezatan dan keotentikannya berasal dari isian kulit lumpia yaitu rebung, ayam, dan udang. Lumpia semarang juga dapat Anda berikan sebagai simbol kasih sayang. Ini tidak terlepas dari sejarah pembuatan lumpia Semarang yang memunculkan rasa cinta dari dua orang dengan latar belakang yang berbeda. 

Sejarah Terciptanya Lumpia Semarang

Lumpia Semarang memiliki sejarah yang panjang dengan keberadaannya di Indonesia sejak abad ke-19. Penamaan lumpia berasal dari bahasa Jawa “lun” atau “lum” yang artinya gulung dan bahasa Tionghoa “pia” yang berarti kue. Lumpia Semarang hadir sebagai makanan khas perpaduan Jawa-Tionghoa yang saling melengkapi. Makanan khas Semarang adalah lumpia tercipta berkat Tjoa Thay Joe, pria asal Fujian dan Mbak Wasih, wanita asal Jawa. Tjoa Thay Joe yang pindah ke Semarang membuka usaha makanan pelengkap khas Tionghoa dengan isian babi dan rebung. Di tengah perjalanannya, dia bertemu dengan Mbak Wasih yang menjual hidangan serupa, tetapi memiliki cita rasa yang lebih manis dari kentang dan udang. 

Makanan Khas Semarang adalah Lumpia, Ketahui Sejarah dan Fakta Menarik Dibalik Kelezatannya

Semarang memiliki pesona yang menarik untuk Anda kunjungi. Selain destinasi wisata yang beragam, menjelajahi kuliner di Semarang juga jangan sampai terlewatkan. Makanan khas Semarang adalah Lumpia yang termasuk salah satu jajanan tradisional yang populer. Ini menjadikan lumpia sebagai oleh-oleh wajib ketika berkunjung ke Semarang. Anda juga bisa memberikannya sebagai hadiah untuk perayaan-perayaan penting. Menikmati lumpia bersama orang lain akan menambah suasana kehangatan dan keakraban. Anda dapat memadukan lumpia dengan minuman teh atau kopi untuk menambah kenikmatannya. Di Ramadhan ini, lumpia menjadi deretan takjil yang habis dalam sekejap. Pada momen hari raya, Anda juga dapat mengirimkan hampers penyambung silaturahmi berisikan lumpia. Namun, ternyata makanan khas Semarang adalah lumpia memiliki sejarah yang panjang. Lalu, bagaimana lumpia Semarang menjadi populer dan fakta-fakta menarik apa saja yang ada di baliknya? Simak informasi lengkapnya berikut ini. 

Makanan Khas Semarang adalah Lumpia

Makanan khas Semarang adalah lumpia dengan cita rasa manis dan gurih yang biasa tersaji pada perayaan imlek. Anda dapat dengan mudah menemukan makanan ini pada penjual kaki lima hingga restoran ternama di Semarang. Gunakan momen berharga untuk berbagi kasih dengan  lumpia Semarang sebagai oleh-oleh. Memiliki banyak penggemar menjadikan lumpia Semarang terus mempertahankan keotentikannya. Kelezatan dan keotentikannya berasal dari isian kulit lumpia yaitu rebung, ayam, dan udang. Lumpia semarang juga dapat Anda berikan sebagai simbol kasih sayang. Ini tidak terlepas dari sejarah pembuatan lumpia Semarang yang memunculkan rasa cinta dari dua orang dengan latar belakang yang berbeda. 

Sejarah Terciptanya Lumpia Semarang

Lumpia Semarang memiliki sejarah yang panjang dengan keberadaannya di Indonesia sejak abad ke-19. Penamaan lumpia berasal dari bahasa Jawa “lun” atau “lum” yang artinya gulung dan bahasa Tionghoa “pia” yang berarti kue. Lumpia Semarang hadir sebagai makanan khas perpaduan Jawa-Tionghoa yang saling melengkapi. Makanan khas Semarang adalah lumpia tercipta berkat Tjoa Thay Joe, pria asal Fujian dan Mbak Wasih, wanita asal Jawa. Tjoa Thay Joe yang pindah ke Semarang membuka usaha makanan pelengkap khas Tionghoa dengan isian babi dan rebung. Di tengah perjalanannya, dia bertemu dengan Mbak Wasih yang menjual hidangan serupa, tetapi memiliki cita rasa yang lebih manis dari kentang dan udang.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Prewedding di Semarang Paling Populer

Hidup dengan usaha makanan yang sama menjadikan keduanya semakin dekat dan menumbuhkan benih-benih cinta di antaranya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah dan menggabungkan usaha mereka menjadi satu. Peleburan dua hidangan dari budaya yang berbeda ini menghasilkan cita rasa yang sempurna. Mereka menciptakan resep  rasa manis dan gurih untuk membuat lumpia. Cita rasa khas ini berasal dari isian kulit lumpia yaitu ayam, udang, dan rebung, kemudian digoreng hingga renyah. 

Awal Kepopuleran Lumpia Semarang

Biasanya, mereka menjual lumpia Semarang di Olympia Park, sebuah pasar malam Belanda di Indonesia kala itu. Dari situlah kata “lumpia” tercipta untuk menamai makanan yang lezat ini. Ternyata, banyak masyarakat pribumi Semarang yang menyukai makanan khas perpaduan Jawa-Tionghoa ini. Kepopulerannya membuat anak-anak Tjoa Thay Joe dan Mbak Wasih membuka cabang dan meneruskan usaha lumpia Semarang. Tepatnya di daerah Mataram dan Gang Lombok Nomor 11. Tahun berganti tahun tidak menurunkan kepopuleran lumpia Semarang di masyarakat. Tidak hanya menjelma sebagai hidangan imlek, lumpia Semarang sudah menjadi hidangan wajib pada catering pernikahan. Para tamu akan memburu makanan khas Semarang adalah lumpia ini untuk dinikmati saat sesi ramah tamah. Anda dapat dengan mudah memperoleh lumpia Semarang dengan memesannya secara online.

Fakta-Fakta Menarik tentang Lumpia Semarang

Setelah mengetahui sejarah makanan khas Semarang adalah lumpia, sekarang Anda juga harus mengetahui beberapa fakta menariknya. Fakta menarik mungkin akan meningkatkan kecintaan Anda kepada lumpia Semarang. Di sisi lain, Anda juga akan turut ikut serta dalam melestarikan makanan khas ini. Berikut beberapa fakta menariknya.

Baca Juga: Rekomendasi Cemilan Sehat untuk Jaga Pola Makan : Perhatikan Kandungan Gizinya

Baca Juga: Makna Memberikan Hampers pada Saat Lebaran sebagai Silaturahmi 

Memadukan Dua Kebudayaan yang Berbeda

Dari sejarah kemunculan lumpia Semarang, dapat Anda ketahui bahwa makanan ini merupakan perpaduan atau akulturasi dari dua kebudayaan yang berbeda. Bahkan tidak hanya lintas budaya, lumpia Semarang merupakan kebudayaan lintas negara. Perpaduan ini dapat Anda lihat dengan mudah dari penamaan makanan yang menggabungkan bahasa Jawa dan Tionghoa. 

Perlambang Cinta yang Tulus

Terciptanya lumpia Semarang tidak terlepas dari keputusan Tjoa Thay Joe dan Mbak Wasih untuk menikah. Mereka membuka usaha dengan jenis makanan yang sama. Namun, pada saat itu mereka tidak menunjukkan rasa tidak suka satu sama lain. Mereka malah jatuh cinta dan menikah sehingga memutuskan untuk membuat perpaduan dua makanan tersebut. Inilah yang membuat lumpia Semarang dapat menjadi lambang cinta yang tulus. Makanan khas Semarang adalah Lumpia dapat menjadi ide isian hampers saat hari raya.

Masuk sebagai Warisan UNESCO di tahun 2014 

Tidak hanya populer sebagai makanan khas Semarang, lumpia Semarang juga berhasil menjadi warisan budaya Nusantara. UNESCO mengakuinya pada tahun 2014 karena sejarah panjang terciptanya lumpia Semarang yang unik. Untuk itu, makanan khas Semarang adalah lumpia harus kita jaga agar terus lestari dan populer di masyarakat. 

Berbeda dengan Lumpia yang Lainnya

Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki lumpia yang menjadi ciri khas daerahnya. Meski memiliki nama yang sama, lumpia Semarang memiliki perbedaan yang mencolok dari lumpia lainnya. Hal ini berasal dari perpaduan lintas budaya dan negara dalam lumpia Semarang. Selain itu, perbedaan lainnya terdapat pada isiannya yaitu rebung, ayam, dan udang yang dapat Anda sajikan dengan dua versi, yaitu kukus dan goreng. Anda dapat mendapatkan sensasi memakan lumpia yang renyah dan lembut dengan menyantap makanan khas Semarang adalah lumpia. Tidak heran, banyak masyarakat yang memilih lumpia Semarang sebagai hidangan pelengkap atau pengganti dalam berbagai perayaan penting.

Hampir Diklaim Negara Tetangga

Meskipun sudah masuk menjadi warisan budaya Nusantara, tidak menghentikan negara lain mengklaim lumpia Semarang menjadi makanan khas negaranya. Tepatnya pada tahun 2015, Malaysia ingin mengklaim makanan ini dengan seenaknya. Hal tersebut akhirnya menggerakkan Meliani Sugiarto sebagai generasi kelima pewaris lumpia Semarang menggelar aksi protes. Dengan membawa lumpia di nampan bambu, dia melakukan aksi dengan menggandeng Forum Sosial Peduli Budaya Indonesia (FORMASBUD) di depan Kedutaan Besar Malaysia. Akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil dengan pengurungan niat Malaysia untuk mengklaim lumpia Semarang.

Leave a Reply