Sikap & Adab Menyambut Hari Raya Berdasarkan Ajaran Rasulullah 

Sikap & Adab Menyambut Hari Raya Berdasarkan Ajaran Rasulullah 

Hari raya merupakan salah satu hari suci yang agung dalam agama Islam. Terdapat dua hari raya, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Hari yang suci penuh kemenangan harus mendapatkan sambutan yang baik. Hal ini membuat diperlukannya sikap adab untuk menyambut hari raya. Jangan sampai sebagai umat Islam bersikap seenaknya saat hari raya tiba. Penting untuk selalu menjaga tutur kata dan perilaku yang baik. Anda juga bisa memberikan hadiah kepada orang lain sebagai bentuk kebaikan yang tulus. Berikut merupakan beberapa sikap dan adab menyambut hari raya berdasarkan ajaran Rasulullah. 

Berbagi Kebaikan dengan Orang Lain

Setiap orang yang beragama Islam selalu diajarkan untuk banyak berbuat kebaikan. Tidak terkecuali saat menjelang hari raya. Setiap kebaikan kecil maupun besar akan berpengaruh bagi orang lain. Selain itu akan ada ganjaran berupa pahala yang tidak terhitung jumlahnya. Sikap dan adab menyambut hari raya ini berdasarkan ajaran Rasulullah yang mengajarkan untuk membantu, menyayangi, dan memperlakukan orang lain dengan baik tanpa memandang status, derajat, suku, hingga agamanya. Contoh kebaikan sebagai sikap dan adab menyambut hari raya adalah membantu keluarga dan tetangga, memberikan sumbangan, mengunjungi sanak saudara, dan lainnya. Kebaikan tersebut harus berlandaskan rasa ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun.

Menjaga Keharmonisan Keluarga

Hari raya memiliki suasana yang penuh suka cita, kebahagiaan, dan kedamaian. Suasana tersebut haruslah menyelimuti sebuah keluarga agar hari raya terasa menyenangkan. Sikap dan adab menyambut hari raya ini berpegang teguh pada adanya komunikasi yang terbuka. Sebelum hari raya tiba, alangkah baiknya seluruh anggota keluarga diberikan kesempatan untuk mengutarakan perasaan mereka. Dari situlah rasa hormat dan menghargai sesama anggota keluarga akan muncul sehingga akan meredakan permasalahan yang ada. Jangan sampai saat hari raya tiba salah satu anggota keluarga menyimpan amarah yang mengganggu keharmonisan keluarga.

Baca Juga: Pola Asuh Anak di Bulan Ramadhan untuk Mengajarkan Berpuasa & Berbagi

Menjaga Kebersihan dan Keindahan Lingkungan

Identik dengan hari yang suci, setiap keluarga pasti memiliki tradisi untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dalam menyambut hari raya. Seluruh anggota keluarga akan saling bekerja sama dan gotong royong untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitar agar terlihat rapi dan indah. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyapu, mengepel, merapikan, mengecat, dan lainnya. Bagilah setiap pekerjaan dengan adil pada seluruh anggota keluarga agar dapat selesai dalam waktu yang cepat. Dengan melakukan sikap dan adab menyambut hari raya ini dapat mendatangkan kemuliaan dan keberkahan saat hari itu tiba. Tetangga dan sanak saudara yang berkunjung pun akan merasa nyaman dan betah dengan kebersihan dan keindahan tersebut. 

Kesiapan hati yang tulus dalam menyambut Hari Raya

Hati yang tulus merupakan modal utama untuk menyambut hari raya. Mempersiapkan hati yang tulus bukanlah perkara yang mudah. Perlu ada keterlibatan aspek spiritual seperti memperbaiki hubungan dengan orang lain, memaafkan kesalahannya, hingga memperkuat ikatan dengan Allah. Sikap dan adab menyambut hari raya ini membuat seseorang dapat merasakan keberkahan dan kedamaian saat hari raya. Hati yang tulus juga akan berdampak pada suasana hati menjadi lebih gembira dan penuh rasa syukur pada hari kemenangan. Ikhlaskan semua hal buruk yang mengganjal di dalam hati. Tanamkan dalam diri bahwa semuanya akan membawa pada kebaikan. Jangan biarkan ada setitik dendam dan amarah yang menghalangi kenikmatan menyambut hari raya. 

Memberikan Maaf dan Meminta Maaf

Hari raya identik dengan kegiatan saling maaf memaafkan antar sesama manusia. Hal ini menjadi momen yang tepat untuk membersihkan hati dan menyambung tali silaturahmi yang mungkin sempat terganggu. Seseorang yang memberikan maaf dapat membebaskan diri dari perasaan dendam sehingga dapat memperkuat sebuah ikatan. Di sisi lain, kegiatan meminta maaf juga menunjukkan kerendahan hati untuk bertanggung jawab atas kesalahan di masa lalu. Terlaksananya sikap dan adab menyambut hari raya dengan saling maaf memaafkan akan membuat hati menjadi lapang dengan kedamaian dan kebahagiaan yang menyertainya. Sama seperti hari raya yang suci, hati dan tubuh kita akan kembali suci dengan saling maaf memaafkan.

Terlibat dalam Amal Kebaikan

Berlomba-lomba dalam memperbanyak amal kebaikan merupakan sebuah amalan yang baik untuk dilakukan. Terlebih pada momen menyambut hari raya. Seseorang yang terlibat dalam amal kebaikan akan mendapatkan ganjaran berupa pahala yang berlipat ganda. Amal kebaikan ini dapat berupa mengikuti kegiatan sukarela, memberikan sumbangan, dan membantu orang-orang yang membutuhkan.  Namun, perlu menjadi catatan penting bahwa amal kebaikan harus dengan niat tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan suatu imbalan. Dengan sikap dan adab menyambut hari raya melalui amal kebaikan, hari raya tidak hanya penuh dengan rasa syukur, tetapi juga memberikan makna yang mendalam bagi diri sendiri dan orang lain.

Leave a Reply